Aturan dalam uud 1945 yang mengatur PERLINDUNGAN Konsumen yaitu kecuali

tolong bantu jawab ya temn² ga bisa soalnya ​

pendapatan masyarakat imdonesia diluar negri 80Pendapatan warga negara asing diindonesia 140Pembayaran transfer 170Iuran asuransi dan iuran jaminan so … sial 70Berdasarkan data diatas , besarnya disposible income (Di ) adalahTolong dijawab​

Apa itu bukpem dalam jualan telegram ? Jawab nanti w kasih bintang lima dan jawaban terbaik mks

Diketahui proses produksi pakaian pesta  sebagai berikut : kapas Rp 35.000,00; benang Rp 85.000,00;  kain Rp  165.000,00; dan celana jeans Rp 1.350.00 … 0,00 Tentukan pendapatan nasional dengan metode produksi !​

Contoh perusahaan dalam konsep tradisional tertutup, terbatas, dan eksternal..​

PT. “Gatra” menerbitkan obligasi dengan nilai Rp100 juta dan tingkat bunga (coupun rate) sebesar 12% pertahun. Berapakah besarnya coupon yield yang ha … rus dibayarkan oleh perusahaan untuk: a) Setiap tahun; b) Setiap semester; c) Setiap triwulan.

diketahui PDB 13.400 miliar produk neto luar negeri 400 miliar pajak langsung 800 miliar pajak tidak langsung 1.500 miliar penyusutan barang modal 240 … miliar iuran asuransi 450 miliar laba ditahan 250 miliar pajak perseroan 100 miliar,transfer faymen 250 miliar,berdasarkan data diatas hitunglah disposible income​

2. Hitunglah a) Deviasi Standard b) Dari keduanya, investasi mana yang akan diambil ? Jelaskan alasan andaandaProduk InvestasiKondisi EkonomiProbabili … tas KejadianHasil InvestasiNilai Yang DiperkirakanProduk ITumbuh Pesat0.22500Normal0.3800Pra Resesi0.2600Resesi0.3100​

Akhir-akhir ini semakin banyak pekerja yang mengalami cedera yang menyebabkan kematian saat bekerja. Jenis pekerjaan yang memiliki angka kematian ter … tinggi di antaranya adalah pilot, pengolah logam, tukang bangunan dan lain-lain. Penyebab kematiannya bermacam-macam dari salah prosedur hingga faktor eksternal. Saudara diminta menjelaskan penerapan manajemen risiko melalui Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Supaya lebih jelas berikan contohnya.​

apakah stiap go sama bayar tax nya pas barang sudah samapi Ina?​

Aturan dalam uud 1945 yang mengatur PERLINDUNGAN Konsumen yaitu kecuali

Dalam setiap perusahaan, kepercayaan konsumen adalah hal yang menjadi prioritas utama. UU Perlindungan Konsumen adalah salah satu hal penting yang wajib diketahui, mengapa? Agar dikemudian hari kita tidak akan tertipu atau merasa dirugikan dengan suatu barang atau hal yang dibeli lalu dikonsumsi. 

Apa saja hak bagi konsumen? Apakah ada peraturan untuk melindungi konsumen? Berikut adalah penjelasan singkat tentang peraturan serta perlindungan konsumen yang wajib dipahami.

Pengertian Perlindungan Konsumen

Perlindungan konsumen adalah keseluruhan peraturan dan hukum yang mengatur hak dan kewajiban konsumen dan produsen yang timbul dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhannya dan mengatur upaya-upaya untuk menjamin terwujudnya perlindungan hukum terhadap kepentingan konsumen (Sidobalok 2014:39).

Hal ini dapat bersifat dalam segala transaksi jual beli, secara langsung maupun secara online seperti yang kini kian marak. Walaupun adanya transaksi yang tidak melalui tatap muka, konsumen tetap berhak untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya atau barang yang sesuai dengan yang dijanjikan.

Baca Juga: Pengertian Pro Bono dan Pro Deo

Hak Konsumen

Hak sebagai konsumen diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia yang berlandaskan pada Undang Undang Dasar 1945 Pasal 5 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), Pasal 27 , dan Pasal 33 yang dapat diketahui sebagai berikut:

Hak dalam memilih barang

Konsumen memiliki hak penuh dalam memilih barang yang nantinya akan digunakan atau dikonsumsi. Tidak ada yang berhak mengatur sekalipun produsen yang bersangkutan. Begitu juga hak dalam meneliti kualitas barang yang hendak dibeli atau dikonsumsi pada nantinya.

Hak mendapat kompensasi dan ganti rugi

Konsumen berhak untuk mendapatkan kompensasi maupun ganti rugi atas kerugian yang diterimanya dalam sebuah transaksi jual beli yang dilakukan. Apabila tidak adanya kecocokan dalam gambar maupun kualitas, konsumen berhak melakukan sebuah tuntutan terhadap produsen. 

Hak mendapat barang/jasa yang sesuai

Konsumen berhak untuk mendapat produk dan layanan sesuai dengan kesepakatan yang tertulis. Sebagai contoh dalam transaksi secara online, apabila terdapat layanan gratis ongkos kirim, maka penerapannya harus sedemikian. Bila tidak sesuai, konsumen berhak menuntut hak tersebut. 

Hak menerima kebenaran atas segala informasi pasti

Hal yang paling utama bagi para konsumen, guna mengetahui apa saja informasi terkait produk yang dibelinya. Produsen dilarang menutupi ataupun mengurangi informasi terkait produk maupun layanannya. Sebagai contoh apabila ada cacat atau kekurangan pada barang, produsen berkewajiban untuk memberi informasi kepada konsumen. 

Hak pelayanan tanpa tindak diskriminasi

Perilaku diskriminatif terhadap konsumen merupakan salah satu bentuk pelanggaran atas hak konsumen. Pelayanan yang diberikan oleh produsen tidak boleh menunjukkan perbedaan antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya. 

Baca Juga: Mengenal Serba Serbi UU Arbitrase dan Arbitrase di Indonesia

Alasan Mengapa Konsumen Butuh Perlindungan

Perlindungan konsumen dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman bagi para konsumen dalam melengkapi kebutuhan hidup. Kebutuhan perlindungan konsumen juga harus bersifat tidak berat sebelah dan harus adil. Sebagai landasan penetapan hukum, asas perlindungan konsumen diatur dalam Pasal 2 UUPK 8/1999, dengan penjelasan sebagai berikut:

Asas Manfaat 

Konsumen maupun pelaku usaha atau produsen berhak memperoleh manfaat yang diberikan. Tidak boleh bersifat salah satu dari kedua belah pihak, sehingga tidak ada salah satu pihak yang merasakan manfaat ataupun kerugian.

Asas Keadilan

Konsumen dan produsen/pelaku usaha dapat berlaku adil dengan perolehan hak dan kewajiban secara seimbang atau merata. 

Asas Keseimbangan

Sebuah keseimbangan antara hak dan kewajiban para produsen dan konsumen dengan mengacu pada peraturan hukum perlindungan konsumen. 

Asas Keamanan dan Keselamatan 

Sebuah jaminan hukum bahwa konsumen akan memperoleh manfaat dari produk yang dikonsumsi/dipakainya dan sebaliknya bahwa produk itu tidak akan mengganggu keselamatan jiwa dan harta bendanya.

Asas Kepastian Hukum 

Sebuah pemberian kepastian hukum bagi produsen maupun konsumen dalam mematuhi dan menjalankan peraturan hukum dengan apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Hal ini dilakukan tanpa membebankan tanggung jawab kepada salah satu pihak, serta negara menjamin kepastian hukum.

Penjelasan UU Perlindungan Konsumen

Sebagaimana yang sudah dijelaskan bahwa perlindungan konsumen diperuntukan untuk pemberian kepastian, keamanan serta keseimbangan hukum antara produsen dan konsumen. Tujuan dibuatnya perlindungan konsumen dapat dijelaskan dalam dalam Pasal 3 UUPK 8/1999, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri.
  2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari ekses negatif pemakaian dan/atau jasa.
  3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen.
  4. Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi.

Perlindungan konsumen adalah hal yang sangat penting atau utama dalam segala transaksi jual beli. Konsumen dan produsen berhak untuk menerima manfaat yang bersifat tidak merugikan salah satu pihak. Keterbukaan informasi juga menjadi tolak ukur utama yang dilakukan produsen terhadap konsumen, guna mendapat kepercayaan maupun kenyaman terhadap konsumen sebagai pengguna barang atau produk yang dibeli.