Apa itu hts dan ldr

Setelah tahu posisinya, ini saatnya kamu mengungkapkan semua yang kamu ingingkan dari hubungan tersebut. Kamu bisa mengatakan kepadanya ekspektasimu selama ini. Jika kamu tidak mengungkapkan sesuatu yang menjadi keinginan dan keresahanmu, dia tidak akan pernah tahu bahwa kamu lelah dengan hubungan tersebut.

Jadi, cobalah membuka pembicaraan dengan menjelaskan apa yang menjadi tujuan masa depanmu. Misalnya, kamu merasa sudah cukup puas dengan kehidupanmu saat ini dan mulai berpikir untuk memiliki hubungan yang lebih serius.

Dengan mengungkapkan keinginanmu iitu, mungkin bisa menyadarkannya bahwa selama ini kalian berjalan tanpa arah atau kalau pun memang dia sudah menyadarinya sejak awal, dia bisa lebih intropeksi diri bahwa yang dilakukannya itu menyiksamu.

3. Buat Batasan Hubungan yang Jelas

Setelah selesai dengan semua yang kamu pendam selama ini dan sudah tahu apa yang dia rasakan, kamu perlu membuat batasan hubungan yang jelas. Jika memang dia tetap merasa nyaman menjalani hubungan tersebut, sedangkan kamu ingin sebaliknya, sebaiknya perlu ada jarak di antara kalian.

Bukan karena tidak dewasa, tetapi hubungan yang hanya diusahakan oleh satu pihak tidak akan pernah bisa berjalan dengan baik. Sesayang apa pun kamu kepadanya, jangan pernah mengorbankan dirimu sendiri untuk orang lain.

4. Perlakukan Dia Seperti Teman Biasa

Bagaimana memberi batasan kepadanya agar dia tahu bahwa kamu tidak bisa terus-menerus menjalani hubungan tanpa status? Ubah sikapmu kepadanya. Jika selama ini kamu terus-menerus ada saat dia membutuhkanmu, sudah saatnya berhenti. Kamu bisa kembali menganggapnya seperti teman biasa dan perlakukan dia seperti halnya kamu memperlakukan teman kamu yang lain. Tidak ada hal istimewa yang bisa dia rasakan, misalnya tidak rutin menanyakan kabarnya atau mengirim makan siang ke kantornya.

5. Perluas Pergaulan dan Lepaskan Dia Sepenuhnya

Terakhir, kamu perlu memperluas pergaulan dan mulai mencoba menjalin komunikasi dengan orang baru agar bisa sepenuhnya lepas dari bayang-bayangnya. Hal ini karena tidak semua orang akan benar-benar menghargai batasan yang kita buat.

Banyak dari mereka yang tetap mau berhubungan dengan gebetannya, tetapi tidak mau memberi kepastian dalam hubungan. Oleh karena itu, cara terbaik adalah dengan menunjukkan kepadanya kalau dia sudah tidak spesial lagi di hidupmu.

Itulah ssejumlah tips dan cara keluar dari hubungan tanpa status. Semoga kamu mendapat hubungan yang lebih baik.

Sedang menjalin hubungan yang terasa seperti pacaran tapi belum ada kejelasan status dan komitmen dari Si Dia? Jika jawabannya iya, bisa jadi kamu berada pada situasi yang disebut situationship. Yuk, kenali lebih jauh tentang jenis hubungan ini dan cara yang tepat dalam menghadapinya.

Pada dasarnya, situationship mirip dengan hubungan tanpa status (HTS). Situationship adalah istilah untuk menggambarkan hubungan yang romantis, tetapi dijalankan tanpa komitmen, status hubungan, ataupun tujuan jangka panjang.

Apa itu hts dan ldr

Jenis hubungan ini sekilas mirip dengan friends with benefits (FWB), yaitu hubungan yang melibatkan keintiman secara fisik dan seksual antara dua orang. Namun, FWB memiliki batasan bahwa setiap pihak yang terlibat sepakat untuk tidak melibatkan perasaan di dalam hubungan ini.

Sedangkan, saat menjalani situationship, akan terdapat ikatan emosional, dengan pengenalan yang sifatnya superfisial dan tidak adanya batasan atau status yang jelas.

Tanda-Tanda Situationship

Situationship bisanya dilakukan oleh mereka yang belum siap memulai komitmen karena baru mengakhiri hubungan, memiliki pengalaman traumatatis, atau belum ada waktu untuk menjalin hubungan serius.

Selain itu, orang yang baru pindah ke suatu kota atau hidup nomaden juga mungkin mengalami dan menjalani situationship. Berikut ini adalah beberapa hal yang menandakan kalau kamu dan Si Dia sedang berada dalam situationship:

  • Tidak bisa mendefinisikan hubungan yang dijalani dengan Si Dia
  • Hanya membuat rencana yang bersifat jangka pendek dan tidak ada diskusi mengenai rencana jangka panjang
  • Tidak benar-benar terbuka dalam percakapan yang lebih dalam dan intim
  • Tidak ada konsistensi dalam hubungan, misalnya Si Dia sering hilang tanpa kabar atau tidak ada jadwal tetap untuk bertemu
  • Tidak memprioritaskan satu sama lain
  • Tidak mempublikasikan hubungan kepada orang lain
  • Merasa cemas dan stres karena tidak kunjung mendapatkan kejelasan hubungan

Hadapi Situationship dengan Cara Ini

Situationship memiliki keuntungan dan kekurangannya tersendiri. Pada beberapa orang, hubungan ini dipilih karena dinilai lebih sedikit tanggung jawab dan tidak banyak menghabiskan energi secara emosional.

Orang-orang yang menjalani hubungan tanpa komitmen umumnya ingin punya keintiman dengan orang lain tetapi masih menyukai kebebasan dalam hidupnya.

Nah, salah satu hal yang bisa membuat situationship tidak berjalan dengan lancar adalah jika salah satu pihak mulai memiliki harapan lebih terhadap hubungan tersebut. Jika tidak kunjung mendapatkan kejalasan, maka kondisi ini dapat memicu rasa rendah diri, kesepian, marah, bingung, malu, frustasi, hingga stres.

Supaya kamu dan Si Dia tidak terjebak dalam hubungan ini dan merasakan dampak buruknya, berikut ini ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

Pertimbangkan sisi baik dan buruknya

Ketika kamu menyadari hubunganmu dengan Si Dia termasuk dalam situationship, coba deh pertimbangkan lagi sisi baik dan buruknya. Tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah kamu membutuhkan jenis hubungan seperti ini dan apakah ini akan membuatmu bahagia?

Pertimbangkan juga soal pasanganmu, apakah ia mampu menerima, menghormati, dan mendukung jenis hubungan seperti ini?

Jujur tentang perasaanmu

Bila kamu merasa menikmati situationship, katakanlah dengannya. Begitu pula jika kamu merasa keberatan dengan hubungan ini. Hindari sikap pasif dan berharap kode-kode yang kamu utarakan lewat gestur bisa dimengerti oleh pasanganmu.

Sampaikan kepada pasanganmu secara jelas apa yang sebenarnya kamu harapkan, batasan-batasan apa yang ingin kamu terapkan, dan kebutuhaanmu tentang hubungan yang sedang dijalani sedari awal guna mencegah rasa sakit hati serta kekecewaan di kemudian hari.

Pelajari bagaimana hubungan sehat

Hubungan yang sehat memang tidak melulu ada komitmen di dalamnya. Akan tetapi, hubungan sehat adalah hubungan yang dibangun atas dasar komunikasi yang terbuka, kepercayaan, rasa hormat, keintiman, serta membuatmu merasa lebih baik.

Bila kamu merasa hubunganmu dengan Si Dia jauh dari kategori hubungan sehat, coba dipikirkan kembali. Ingat, kamu berhak bahagia dan layak bersama orang yang menyayangi serta menghargaimu setulus hati.

Apabila kamu terjebak dalam situationship dan merasa kesulitan untuk mengakhiri hubungan dengan Si Dia, coba minta bantuan dari orang yang kamu percayai. Bila perlu, konsultasikan dengan psikolog agar mendapatkan saran terbaik untuk keluar dari hubungan ini dan move on.