Sebutkan empat contoh tari yang menggunakan pola lantai garis lurus beserta asalnya !

  • 1st-6th grade
  • Ilmu Pengetahuan Sosial

Sebutkan empat contoh tari yang menggunakan pola lantai garis lurus beserta asalnya !

Siswa

Qanda teacher - Nony

1. POLA LANTAI MELINGKAR Pola lantai melingkar adalah pola yang membentuk garis lingkaran ataupun setengah lingkaran. Contoh tari yang menggunakan pola lantai melingkar, antara lain :   Tari Legong. Tari Pendet. Tari Andun. Tari Kecak. Tari Sekapur Sirih. POLA LANTAI VERTIKAL  Pola lantai vertikal adalah pola yang membentuk garis lurus dari depan ke belakang maupun dari belakang ke depan. Contoh tari yang menggunakan pola lantai vertikal, antara lain :   Tari Srimpi Pandhe Lori. Tari Gitek Balen. Tari Baris Cengkedan. Tari Manuk Dadali. Tari Blantek POLA LANTAI HORIZONTAL Pola lantai horizontal adalah pola yang membentuk garis lurus ke samping, baik dari sisi kanan ke kiri, maupun dari sisi kiri ke kanan. Contoh tari yang menggunakan pola lantai horizontal, antara lain :   Tari Saman. Tari Indang. Tari Lengger. Tari Rampak. Tari Zapin. POLA LANTAI DIAGONAL Pola lantai diagonal adalah pola yang membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri.   Contoh tari yang menggunakan pola lantai diagonal, antara lain : Tari Sinanggar Tulo. Tari Persembahan. Tari Remo. Tari Baris Gede. Tari Ksatria. 2. Pola lantai garis lurus diantaranya: silang. horizontal. 3.zig zag. Jenis pola lantai lengkung : Pola lengkung garis lingkaran. Pola lengkung ular. Pola lantai lengkung angka delapan. 4. POLA LANTAI MELINGKAR Pola lantai melingkar adalah pola yang membentuk garis lingkaran ataupun setengah lingkaran. Contoh tari yang menggunakan pola lantai melingkar, antara lain :   Tari Legong. Tari Pendet. Tari Andun. Tari Kecak. Tari Sekapur Sirih. POLA LANTAI VERTIKAL  Pola lantai vertikal adalah pola yang membentuk garis lurus dari depan ke belakang maupun dari belakang ke depan. Contoh tari yang menggunakan pola lantai vertikal, antara lain :   Tari Srimpi Pandhe Lori. Tari Gitek Balen. Tari Baris Cengkedan. Tari Manuk Dadali. Tari Blantek POLA LANTAI HORIZONTAL Pola lantai horizontal adalah pola yang membentuk garis lurus ke samping, baik dari sisi kanan ke kiri, maupun dari sisi kiri ke kanan. Contoh tari yang menggunakan pola lantai horizontal, antara lain :   Tari Saman. Tari Indang. Tari Lengger. Tari Rampak. Tari Zapin. POLA LANTAI DIAGONAL Pola lantai diagonal adalah pola yang membentuk garis menyudut ke kanan maupun ke kiri.   Contoh tari yang menggunakan pola lantai diagonal, antara lain : Tari Sinanggar Tulo. Tari Persembahan 5. Fungsi Pola Lantai Memperindah tarian yang dipentaskan. Menciptakan kekompakan para penari. Memudahkan penataan gerakan tarian.

  • #tari nusantara yang menggunakan gerak pola lantai melingkar adalah
  • #tari yang menggunakan pola lantai melingkar adalah
  • #sebutkan dua tarian yang memakai pola lantai lingkaran
  • #pola lantai melingkar banyak digunakan pada jenis tarian
  • #tari nusantara yang menggunakan pola lantai melingkar adalah tari

Jakarta -

Pola lantai adalah garis atau arah langkah yang dilalui oleh para penari pada saat melakukan gerak tari. Selain itu, pola lantai juga bisa merupakan garis yang dibuat oleh formasi penari kelompok atau gambaran posisi penari dalam area pementasan.

Nah detikers, kalian pasti pernah menonton sebuah pertunjukan tari baik secara langsung maupun tidak? coba perhatikan bagaimana para penari melangkahkan kakinya, pasti langkah tersebut akan membentuk suatu pola-pola di lantai.

Pada beberapa tarian yang dilakukan perseorangan, berpasangan, maupun berkelompok, biasanya para penari membentuk posisi atau formasi tertentu. Bentuk posisi dan formasi tertentu pada tari itulah yang disebut dengan pola lantai.

Maria Dharmaningsih dalam Modul Seni Budaya Seni Tari, menuliskan bahwa jenis-jenis pola lantai dalam gerak tari terbagi menjadi dua, yaitu pola garis lurus dan garis lengkung.

Pola lantai garis lurus sering kita temui dalam pertunjukan tari tradisi di Indonesia. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal (mendatar), vertikal (tegak), dan diagonal (menyudut).

Dari bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan berbagai pola lantai, di antaranya horizontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima.

Pola lantai garis lurus memberikan kesan sederhana tapi kuat. Garis-garis mendatar akan memberikan kesan istirahat. Sedangkan garis yang tegak lurus dapat memberikan kesan keseimbangan dan ketenangan. Garis-garis lurus juga dimaknai sebagai sikap jujur.

Pola lantai garis lurus secara horizontal adalah pola yang menunjukkan hubungan antarmanusia. Contoh tarian tradisional yang menggunakan pola lantai garis lurus horizontal adalah tari Gantar dari Kalimantan Timur, dan tari Ratoh Jaroe dari Aceh.

Pola garis lurus ini dalam bentuk vertikal menyimbolkan hubungan dengan Sang pencipta. Contoh tarian tradisional yang menggunakan pola lantai garis lurus vertikal adalah tari Srimpi Pandelori dari Yogyakarta, dan tari Baris Cengkedan dari Bali.

Pengembangan pola lantai garis lurus dapat menjadi bentuk pola diagonal huruf V, zig-zag, segi tiga, segi empat, dan segi lima.

Tari Yapong dari Betawi adalah contoh tari pola lantai horizontal zig-zag. Satu penari menghadap ke depan, dua penari hadap kanan, dan dua penari hadap kiri.

Pola lantai garis lengkung memberi kesan lembut dan lemah yang manis. Bentuk pola lantai garis lengkung bisa dikembangkan jadi bentuk lingkaran, setengah lingkaran, angka delapan, lengkung seperti busur yang menghadap ke depan atau belakang, lengkung ular, spiral, dan huruf S.

Contoh tarian tradisional pola garis lengkung diantaranya tari Pendet dan tari Kecak dari Bali.

Pola lantai tari rakyat biasanya menggunakan campuran dari pola lantai garis lurus dan lengkung. Pola lantai garis lurus dan garis lengkung yang terdapat dalam tarian rakyat pada tari tradisional, biasanya berhubungan dengan hal magis atau keagamaan.

Fungsi Pola Lantai

Pola lantai telah menjadi suatu hal penting yang perlu diperhatikan, dalam penampilan seni tari tradisional maupun tarian kreasi baru.

Tidak hanya untuk menempatkan posisi dan formasi penari untuk memper indah tarian, tetapi pola lantai juga memiliki makna tersendiri, sesuai dengan tema dari penampilan tarinya.

Pola lantai memiliki beberapa fungsi, antara lain:

  1. Memperjelas dan menata gerakan-gerakan penari.
  2. Membantu memperkuat dan menonjolkan tokoh penari dalam peranan tertentu.
  3. Menghidupkan karakteristik gerak tari dari keseluruhan pertunjukan/pementasan.
  4. Membentuk suatu komposisi, untuk menyesuaikan dengan bentuk ruang pertunjukan tari, sehingga penyajian tari menjadi lebih indah, menarik dan dinamis.

Bentuk pola lantai karya tari disesuaikan dengan jumlah penari, tempat pertunjukan, dan gerak tari.

1. Kesesuaian Bentuk Pola Lantai dengan Jumlah Penari

Bentuk pola lantai sebaiknya disesuaikan dengan jumlah penarinya. Semakin banyak jumlah penari yang memperagakan karya tari maka semakin banyak pula kemungkinan untuk membentuk berbagai pola lantai.

Pada dasarnya ada dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan garis lengkung. Dari bentuk pola garis lurus dapat dikembangkan berbagai pola lantai, di antaranya horisontal, diagonal, garis lurus ke depan, zig-zag, segitiga, dan segi empat.

Sedangkan dari bentuk pola garis lengkung dapat dikembangkan berbagai pola lantai, di antaranya lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang.

2. Kesesuaian Bentuk Pola Lantai dengan Tempat

Pertunjukan Karya tari diciptakan untuk dipertunjukkan di depan orang lain. Untuk itu diperlukan ruangan atau tempat pertunjukan. Ruangan atau tempat pertunjukan yang digunakan mempengaruhi bentuk pola lantai.

Misalnya tempat pertunjukan berupa panggung berbentuk prosenium. Dengan panggung yang berbentuk prosenium, penonton hanya dapat melihat pertunjukan dari satu arah. Karena itu, pola lantai yang disajikan di panggung prosenium dibentuk sedemikian rupa supaya semua penari dapat terlihat dari arah depan.

Nah, sebaliknya, jika tempat pertunjukannya berupa lapangan. Dengan tempat pertunjukan yang berupa lapangan, penonton dapat melihat pertunjukan dari berbagai arah. Oleh karena itu, pola lantai yang disajikan lebih bebas bentuknya.

3. Kesesuaian Bentuk Pola Lantai dengan Gerak

Gerak tari beragam bentuknya. Setiap karya tari memiliki gerak yang berbeda. Bentuk pola lantai pun bisa berbeda mengikuti ragam gerak tarinya. Gerak melompat berputar tidak sesuai jika dilakukan dengan pola lantai garis lurus.

Begitu juga sebaliknya, gerak mengayunkan tangan tidak sesuai jika dilakukan dengan pola lantai lingkaran.

Simak Video "Megahnya GWK dan Atraksi Menakjubkan di Perjamuan Makan Malam KTT G20"


[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)