Jelaskan bukti bahwa Allah SWT bersifat Al bait

GALAMEDIA - Asmaul Husna merupakan nama-nama Allah yang maha indah. Berikut ini penjelasan 3 dari 99 asmaul husna, Al Ba’its, Asy Syahid, dan Al Haq seperti yang dikutip Galamedia dari laman bersamadakwah.net:

- Al Ba’its (الْبَاعِثُ)

Artinya Maha Membangkitkan

Baca Juga: Yuk Pahami dan Amalkan, Ini Arti dan Makna Asmaul Al Hakim, Al Wadud, dan Al Majid

Al Ba’its berasal dari kata Al Ba’tsu yang berarti menggugah dan membangunkan, mengutus dan menghidupkan manusia setelah kematian. Al Baits artinya Allah membangkitkan manusia setelah mereka mati untuk dihisab dan diberi balasan di akhirat.

Al Baits juga berarti Allah membangkitkan semangat hamba-Nya. Sehingga mengamalkan dzikir al baits bisa membangkitkan semangat.

>

Baca Juga: Berikut Arti dan Makna Asmaul Ar Roqib, Al Mujib, dan Al Waasi, Yuk Pahami dan Amalkan

- Asy Syahid (الشَّهِيدُ)
Artinya Maha Menyaksikan Asy Syahid artinya Allah mengawasi hambaNya, melihat perbuatan mereka, mendengar segala yang diucapkan. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

- Al Haq (الْحَقُّ)
Artinya Maha Benar

Baca Juga: Yuk Pahami dan Amalkan, Berikut Arti dan Makna Asmaul Al Hasib, Al Jalil, dan Al Karim

Advertisement

Jelaskan bukti bahwa Allah SWT bersifat Al bait
Jelaskan bukti bahwa Allah SWT bersifat Al bait

Ilustrasi. (Foto: slideshare.net/mamabanin)

Syahida.com – Dalam suatu pertemuan pemuda se-dunia, maka berkumpullah para pemuda yang beragama Islam dalam sebuah aula. Di sana mereka berbincang-bincang tentang Islam. Salah seorang dari mereka, yang berasal dari Indonesia dan bernama Abdul-baaits, harus menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya, yaitu tentang arti yang terkandung di dalam asma Allah SWT, ‘Al-Baa’its’ serta sikap yang harus kita miliki dalam kaitannya dengan nama Allah SWT tersebut.

Abdul-baaits berkata: “Seseorang dari kalangan kafir Quraisy mendatangi Rasulullah SAW dengan membawa sepotong tulang yang sudah rapuh. Di hadapan Rasulullah saw tulang itu diremasnya sampai hancur dalam genggamannya, kemudian ditiupkannya ke udara seraya berkata dengan sinis dan mengejek: “Ya Muhammad, siapakah yang dapat menghidupkan kembali tulang-tulang yang telah hancur luluh itu?”

Rasulullah saw menjawab: “Yang dapat menghidupkannya kembali Allah swt, kemudian mematikanmu, lalu membangkitkanmu kembali dan memasukkan kamu ke dalam api neraka.”

Memang Allah swt akan membangkitkan seluruh manusia pada hari kebangkitan kelak.

Allah swt membangkitkan manusia dari dalam kubur, tempat manusia beristirahat untuk sementara waktu.

Kematian adalah perpindahan dari rumah amal kerja dan karya ke dalam rumah kesengsaraan atau kebahagiaan.

Kematian adalah tidur panjang untuk sementara waktu, suatu masa beristirahat dalam perjalanan manusia kembali ke kampung halaman aslinya. Sedangkan hari kebangkitan adalah saat manusia dibangunkan kembali dari tidur panjang sementara mereka.

Siapakah yang telah membangkitkan para rasul yang mulia serta mengutusnya kepada makhluk-Nya?

Siapakah yang akan membangkitkan semua orang yang telah mati untuk menghadapi pertanyaan dan perhitungan di hari pembalasan?

Siapakah yang telah membangkitkan para ulama, para ahli fikir, para pencipta untuk dengan ketegaran iman berjuang ke arah kebaikan, keamanan, keselamatan, ketenteraman, kesejahteraan serta kebahagiaan umat manusia?

Tidak lain hanya Allah swt, Maha Pembangkit!

Dalam hubungannya dengan makna yang terkandung di dalam asma Allah swt tersebut, maka kita semua haruslah berusaha:

  1. Untuk dapat menghidupkan jiwa manusia, oleh karena barangsiapa menghidupkan jiwa seseorang insan, seperti ia membangkitkan seluruh umat manusia. Kehidupan manusia ialah dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang seluas dan sedalam-dalamnya, yang hanya dapat dilakukan dengan baik dalam alam kemerdekaan, untuk menuju dan mencapai suatu kehidupan yang terhormat.
  2. Untuk sama sekali meniadakan kebodohan, oleh karena kebodohan, pada hakekatnya, adalah suatu bentuk kematian yang lain. Ilmu pengetahuan adalah kehidupan. Oleh karena itu belajarlah, sebagaimana begitu banyak petunjuk dan isyarat yang telah diberikan kepada kita di dalam Al Qur’an dan ajarkanlah kepada manusia segala macam ilmu yang bermanfaat untuk mereka, agar dengan ilmu pengetahuan yang mereka miliki itu, mereka dapat mencapai kehidupan yang terhormat dan berbahagia, baik di dunia, maupun di akhirat kelak.
  3. Sesuai dengan kemampuan yang kita miliki masing-masing berusaha untuk melindungi jiwa dan jasad kita dari segala macam kekotoran dan bahaya, karena dengan kehidupan yang demikian itulah kita dapat mengharapkan kebangkitan yang bahagia kelak.
  4. Untuk menyuburkan serta menghijaukan tanah dengan beraneka ragam tanaman, karena dengan berbuat demikian berarti kita ikut membangkitkan dan menghidupkan.
  5. Untuk mengatasi -sesempurna mungkin- segala macam bentuk kebodohan, kemiskinan serta penyakit, baik itu yang bersifat badaniah, maupun yang menyangkut kejiwaan/
  6. Untuk memerdekakan orang-orang yang lemah dan terjajah dan paling tidak, bantulah perjuangan mereka untuk memperoleh kemerdekaan.
  7. Agar kita sebagai pendidik dan pengajar di dalam mencetak generasi penerus, harus menanamkan jiwa perjuangan dan kesanggupan berkorban pada mereka, agar mereka dapat tetap terus tangguh di dalam melanjutkan perjuangan, mengatasi segala kesulitan dan rintangan yang menghadang. Pada hakekatnya dapat dikatakan bahwa tugas mereka itu adalah setingkat tugas para nabi serta pewaris mereka dari kalangan ulama. [Syahida.com/ANW]

Advertisement

tirto.id - Dua di antara 99 Asmaul Husna atau nama Allah yang indah adalah Al-Muhyi dan Al-Baa'its. Arti Al-Muhyi adalah Yang Maha Menghidupkan dan Al-Baa'its adalah Yang Maha Membangkitkan.

Allah SWT memerintahkan hambanya untuk berdoa dan berzikir dengan menyebut Asmaul Husna, termasuk Al-Muhyi dan Al-Baa'its.

Doa yang disertai dengan wasilah Asmaul Husna mustajab di sisi Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A'raf ayat 180:

“Dan Allah memiliki Asmaul Husna [nama-nama yang terbaik], maka mohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan," (Q.S. Al-A’raf [7]: 180).

Sementara itu, hitungan Asmaul Husna yang berjumlah 99 tersebut berasal dari sabda Nabi Muhammad SAW:

“Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang memahaminya akan masuk surga," (H.R. Bukhari dan Muslim).

Di antara 99 Asmaul Husna tersebut, terdapat dua nama mulia yang patut dipelajari, diimani, dan disebut ketika berdoa kepada Allah SWT, yaitu Al-Muhyi dan Al-Baa'its.

Berikut penjelasannya sebagaimana dikutip dari buku Akidah Akhlak (2020) yang ditulis Mahdum.

Baca juga: 99 Asmaul Husna & Artinya: Makna Nama-Nama Baik Allah SWT

Arti Al-Muhyi (Yang Maha Menghidupkan) dan Konsekuensi Keimanannya

Salah satu tanda kebesaran Allah SWT adalah bukti bahwa Dia adalah Tuhan yang Maha Menghidupkan. Sebab, tak ada manusia yang bisa menciptakan dirinya sendiri, bahkan dengan teknologi secanggih apa pun.

Sa'id bin Ali Al-Qathani dalam buku Syarah Asmaul Husna (2005) menyebutkan bahwa nama Al-Muhyi ini tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Qaaf ayat 43:

“Sesungguhnya Kami [Allah SWT] menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada Kamilah tempat kembali [semua makhluk]," (QS. Qaaf [50]:43)

Karena hidup kita adalah anugerah dari Allah SWT, maka manusia harus bersyukur, mengikuti perintah, dan senantiasa beribadah kepada-Nya.

Konsekuensi meyakini bahwa Allah SWT adalah Al-Muhyi harus menjadikan manusia sadar bahwa keberadaannya di dunia adalah untuk mencapai rida Allah SWT.

Selain itu, karena Allah SWT yang menghidupkan makhluk-makhluknya di muka bumi, maka tugas manusia adalah memelihara kelangsungan hidup dan melestarikannya.

Hal ini tertera dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 32: “Barang siapa yang memelihara [kehidupan seorang manusia], maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya," (QS. Al-Maidah [5]:32).

Baca juga: Manfaat Membaca 99 Asmaul Husna: Bisa Membuka Pintu Rezeki

Arti Al-Baa'its (Yang Maha Membangkitkan) dan Konsekuensi Keimanannya

Setelah manusia mati, terutama pada hari Kiamat nanti, Allah SWT akan membangkitkan manusia untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Dalil bahwa Allah SWT adalah Al-Baa'its, yang Maha Membangkitkan tertera dalam Al-Quran surah Al-Hajj ayat 7:

"Dan sungguh [hari] kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sungguh Allah Swt akan membangkitan siapa pun yang di dalam kubur," (QS. Al-Hajj [22]: 7).

Konsekuensi meyakini bahwa Allah SWT adalah Al-Baa'its seharusnya menjadikan manusia beramal baik sebanyak-banyaknya. Ia menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan manusia mesti bertanggungjawab atas perbuatan-perbuatan dosanya.

Seorang muslim yang mengetahui Asmaul Husna dianjurkan untuk menjadikannya wasilah dalam doanya.

Dengan menyertakan Asmaul Husna, termasuk penyebutan Al-Muhyi dan Al-Baa'its, menjadikan doa lebih mudah dikabulkan Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Berdoalah dengan menyebutkan nama-Nya yang agung [Asmaul Husna]. Jika ia [hamba] berdoa dengannya pasti dikabulkan, dan jika meminta dengannya pasti akan diberikan," (H.R. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Baca juga:

  • Arti Asmaul Husna Al-Mumit, Al-Hayyu, Al-Qoyyum dan Makna Zikirnya
  • Arti Asmaul Husna Ar-Razzaq dan Al-Fattah, Makna serta Teladannya

Baca juga artikel terkait ASMAUL HUSNA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - hdi/tha)


Penulis: Abdul Hadi
Editor: Dhita Koesno
Kontributor: Abdul Hadi

Subscribe for updates Unsubscribe from updates