Besar resultan dua gaya yang sama besar dan berlawanan arah adalah

Resultan Gaya-Apa yang kalian ketehaui tentang Resultan Gaya? Resultan gaya adalah besaran vektor. Nah, kesempatan kali ini kami akan mengulas materi makalah mengenai resultan gaya mulai dari pengertian, persamaan dan macam-macam arah resultan gaya, Jadi, Simaklah penjelasannya berikut ini.

Resultan Gaya

Pengertian Resultan gaya

Resultan gaya adalah besaran vektor. Dari keseluruhan gaya yang diberikan pada sebuah benda bisa diganti oleh sebuah gaya yang disebut dengan resultan gaya. Dan Gaya yang bekerja dengan arah yang sama akan saling menguatkan. Adapun gaya yang bekerja dengan arah berlawanan akan saling melemahkan. Kenyataannya kekuatan mendorong tiga orang pada arah yang sama lebih besar jika dibanding dua orang dan lebih kuat dibanding kekuatan seorang.

Kemudian gaya dorong tiga orang tersebut bisa diganti dengan sebuah gaya yang disebut resultan gaya. Bila arah dorongan ketiga orang itu sama, gaya dorong makin besar, tetapi jika arah gaya dorong salah satu melawan dua lainnya, maka gaya dorong mengecil.

Apabila kita tidak sanggup untuk mendorong sebuah benda yang akan kalian pindahkan, tentunya kalian akan meminta bantuan kepada orang lain untuk mendorong bersama benda tersebut itu dari arah yang sama. Dengan demikian, benda tersebut akan lebih terasa lebih ringan dan mudah untuk dipindahkan.

Namun, apabila kita dan teman kita mendorong dari arah yang berlawanan, benda tersebut akan terasa lebih berat, dan mungkin tidak akan berpindah. Ketika benda tersebut didorong dari arah yang sama, maka gaya yang diberikan teman kalian akan memperbesar gaya yang sudah kita berikan. Namun sebaliknya, apabila arah dorongan kalian berlawanan, maka gaya yang diberikan teman kalian akan mengurangi gaya yang kita berikan.

Arah resultan gaya ialah arah dari sebuah gaya yang nilainya lebih besar dari gaya yang lainnya. Secara matematis, resultan gaya ditulis :

R = F1+F2+F3 + ….. + Fn

Dengan keterangan: R = resultan gaya

F = gaya yang dijumlahkan

» smp8ipa Mari Belajar Sukis

» PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN smp8ipa Mari Belajar Sukis

» Remaja Putri Masa Remaja

» Tulang Rawan kartilago Tulang Keras Osteon

» Tulang Tengkorak Tulang Badan

» Sendi Mati Sendi Kaku Sendi Gerak

» Kelainan dan Gangguan pada Tulang Kelainan dan Gangguan pada Persendian Kelainan dan Gangguan pada Tulang Belakang

» Otot Polos Otot Lurik Otot Jantung

» Atrofi Otot Hernia Abdominal Kelelahan Otot Tetanus Distrofi Otot

» Rongga Mulut Saluran Pencernaan

» Lambung Ventrikulus Usus Halus Intestinum

» Kelenjar Ludah Kelenjar Lambung Kelenjar Aksesori

» Karbohidrat Lemak Protein Zat Makanan dan Fungsinya

» Percobaan I Tes untuk Protein Percobaan II Tes untuk Amilum Percobaan III Tes untuk Glukosa Percobaan IV Tes untuk Lemak

» Vitamin Zat Makanan dan Fungsinya

» Penyakit Gigi Hepatitis Diare Konstipasi Kanker Lambung

» Keracunan Makanan KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM PENCERNAAN

» Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat. Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat.

» Rongga Hidung Faring Laring

» Proses Pernapasan SISTEM PERNAPASAN

» Volume Udara Paru-Paru Kecepatan Pernapasan

» Polip dan Amandel Faringitis Bronkitis Tuberculosis TBC Kanker Paru-Paru

» Jawablah soal-soal berikut dengan singkat dan tepat.

» Plasma Darah Eritrosit Sel Darah Merah

» Leukosit Sel Darah Putih Trombosit Keping Darah

» Jantung Alat-Alat Peredaran Darah

» Pembuluh Darah Alat-Alat Peredaran Darah

» Sistem Peredaran Darah SISTEM PEREDARAN DARAH

» Epidermis Korteks Endodermis Stele Silinder Pusat

» Epidermis Korteks Endodermis Stele atau Silinder Pusat

» Epidermis Daun Mesofil Berkas Pengangkut Jaringan Tambahan

» Percobaan Engelmann Percobaan Ingenhousz Percobaan Sachs

» Organisme Autotrof sebagai Pelaku Fotosintesis Pigmen Fotosintesis

» Pengangkutan Hasil Fotosintesis Peran Fotosintesis bagi Organisme Lain

» Gerak Fototropisme Gerak Hidrotropisme

» Gerak Geotropisme GERAK TROPISME

» Gerak Tigmonasti Seismonasti Gerak Niktinasti Gerak Fotonasti

» Gerak Nasti Kompleks GERAK NASTI

» Hama Penyakit Tanaman GERAK NASTI

» Model Atom Dalton Model Atom Thomson Model Atom Rutherford

» Model Atom Bohr Model Atom Modern Schrodinger - Heisenbreg

» Ion Positif Ion Negatif

» Pembersih Anggota Badan Manusia Sabun Mandi Detergen Pembersih Lantai

» Pemutih Pakaian Pemutih Kulit Pemutih Gigi

» Zat Pewangi Zat Pembasmi Serangga

» Zat Pemanis Zat Pengawet

» Minuman Keras Alkohol atau Etanol

» Stimulan Depresan Psikotropika dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan

» Euforia Psikotropika dan Pengaruhnya Terhadap Kesehatan

» Macam-Macam Gaya Mengukur Gaya

» Dua Gaya yang Segaris dan Searah

» Pengertian Gaya Gesekan Macam-Macam Gaya Gesekan

» Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas. GAYA BERAT

» Hukum I Newton Hukum II Newton

» Hukum III Newton HUKUM NEWTON

» Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.

» Energi Listrik Energi Bunyi Energi Cahaya Energi Panas Kalor Energi Pegas

» Perubahan Bentuk Energi ENERGI DAN PERUBAHANNYA

» Energi Potensial Energi Kinetik Hukum Kekekalan Energi Mekanik

» USAHA smp8ipa Mari Belajar Sukis

» Tuas pengungkit jenis I Tuas pengungkit jenis II Tuas pengungkit jenis III

» Katrol tetap Katrol bergerak Katrol kombinasi

» Bidang Miring Roda Gigi Gir

» Terapung Melayang Tenggelam Hukum Archimedes

» Getaran Benda TEKANAN UDARA

» Bunyi Merambat Memerlukan Zat Antara dan Waktu Bunyi Merambat Membutuhkan Waktu Tertentu

» Sinar-Sinar Istimewa pada Cermin Cekung Cara Melukis Bayangan yang Dihasilkan oleh Cermin Cekung

» Pemantulan pada Cermin Datar Pemantulan pada Cermin Cembung

» Sinar Istimewa Lensa Cembung

» Sinar-Sinar Istimewa pada Lensa Cekung

» Kamera Lup Kaca Pembesar

Show more

Buat kamu yang ingin mengetahui tentang rumus resultan gaya, pengertian, contoh soal dan pembahasannya, simak artikel ini baik-baik, yuk!

Sebelum menjelajah lebih jauh tentang resultan gaya, coba pastikan dulu kalau kamu sudah mempelajari materi gaya. Coba ingat-ingat lagi, apa itu gaya? Singkatnya, gaya adalah suatu usaha yang menyebabkan benda bergerak. Baik itu dengan cara didorong atau ditarik. Nah, sudah tau ‘kan pengertian gaya itu apa. Lalu, kalau resultan gaya artinya apa?

Itu dia yang akan aku bahas dalam artikel kali ini. Kamu akan menemukan jawaban tentang pengertian dan rumus resultan gaya, bahkan ada contoh soal dan pembahasan yang tentunya akan membuatmu lebih mudah dalam memahami materi ini. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya! 

Pengertian Resultan Gaya

Sebelumnya kamu sudah tau pengertian dari gaya. Lalu, resultan gaya itu apa yg sih? Resultan sendiri berarti total atau jumlah. Sehingga, bisa dikatakan bahwa resultan gaya adalah total atau keseluruhan gaya yang bekerja pada suatu sistem.

Resultan gaya termasuk dalam besaran vektor. Hayoo.. Masih ingat apa itu besaran vektor? Yap, besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan juga arah. Sehingga, resultan gaya sudah jelas ada nilai dan arahnya. 

Ilustrasi gaya dalam kehidupan sehari-hari (Photo by Vlad Chetan from Pexels)

Macam-macam dan Rumus Resultan Gaya

Resultan gaya memiliki arah dan nilai. Kalau arah dipertimbangkan, berarti ada berbagai macam resultan gaya sesuai dengan arahnya donk? Yap, betul sekali. Gaya yang bekerja pada suatu sistem memiliki arah yang bervariasi, ada yang searah, berlawanan, tegak lurus, dan seimbang. Masing-masing dari arah tersebut juga memiliki rumus yang berbeda. Ini dia macam-macam arah dan rumus resultan gaya. 

Resultan Gaya Searah

Resultan ini terjadi ketika dua gaya atau lebih bekerja pada suatu benda atau sistem yang memiliki arah sama atau segaris.

Nah, kalau arahnya sama seperti ini, maka resultan gayanya tinggal ditambahkan saja. Hal ini karena antara gaya yang satu dan yang lainnya saling menguatkan. Maka, kamu bisa menggunakan rumus berikut ini untuk menghitung resultan gaya searah:

R = F1 + F2 + F3 + … +Fn

Keterangan:

R : resultan gaya (N) 

F : gaya (N) 

n : banyaknya gaya

Resultan Gaya Berlawanan

Resultan gaya ini terjadi ketika ada dua atau lebih gaya yang bekerja pada suatu sistem atau benda dengan arah yang berlawanan. Berbeda halnya dengan resultan gaya searah yang saling menguatkan, gaya yang arahnya berlawanan akan saling melemahkan. Misalnya ada gaya ke arah kanan sebesar X dan ke kiri sebesar Y. Maka, kamu bisa memberikan notasi + (positif) ke gaya X dan – (negatif) ke arah kiri. Kamu bisa lihat ilustrasinya sebagai berikut:

Nah, dari ilustrasi di atas, kamu bisa menggunakan rumus berikut ini untuk menghitung resultan gaya berlawanan:

R = F1 – F2

Keterangan:

R : resultan gaya (N) 

F1 : gaya yang lebih besar (N) 

F2 : gaya yang lebih kecil (N) 

Resultan Gaya Tegak Lurus

Resultan gaya tegak lurus berlaku ketika dua gaya atau lebih memiliki arah tegak lurus. Maka, akan belaku hukum Phytagoras di sini.

Lihat rumusnya di bawah ini ya! 

R = F1^2 + F2^2

Keterangan:

R : resultan gaya (N) 

F : gaya yang bekerja pada benda atau sistem (N). 

Resultan Gaya Seimbang

Resultan ini terjadi ketika gaya saling berlawanan, tetapi memiliki besaran yang sama. Hal ini menyebabkan nilai resultan gayanya sama dengan 0. Meskipun resultan gayanya 0, tetapi belum tentu benda tersebut diam lho. Ada dua kemungkinan yang dihasilkan dari kondisi seimbang ini. Pertama, benda akan seimbang status (diam). Kedua, benda akan seimbang dinamis (bergerak dengan kecepatan tetap). Rumusnya adalah sebagai berikut:

R = F1 – F2 = 0

Keterangan:

R : resultan gaya (N) 

F1 : gaya yang lebih besar (N) 

F2 : gaya yang lebih kecil (N) 

Contoh Soal dan Pembahasan

Supaya kamu makin paham sama rumus resultan gaya di atas, kita coba kerjain contoh soalnya, yuk! Ada pembahasannya juga, jadi kalau kamu masih bingung bisa langsung cek pembahasannya.

Contoh Soal 1

Andi sedang mendorong meja dengan gaya sebesar 30 N. Tapi, meja hanya bergerak sedikit. Kemudian, Rian datang dan membantu Andi mendorong meja dengan gaya sebesar 40 N. Maka, berapakah resultan gaya yang dihasilkan dari kedua gaya tersebut?

Pembahasan

Diketahui: F1 = 30 N; F2 = 40 N

Ditanya: R

Jawab:

Karena resultan gayanya searah, maka gunakan rumus sebagai berikut:

R = F1 + F2 = 30 + 40 = 70 N.

Jadi, resultan gaya yang dihasilkan adalah 70 N ke arah depan (mendorong).

Contoh Soal 2

Ada dua buah gaya untuk menarik suatu benda, masing-masing sebesar 40 N ke arah kanan dan 50 N ke arah kiri. Hitunglah resultan gaya yang dihasilkan!

Pembahasan

Diketahui: F1 = 50 N; F2 = 40 N

Ditanya: R

Jawab:

Karena resultan gayanya berlawanan, maka gunakan rumus sebagai berikut:

R = F1 – F2 = 50 – 40 = 10 N.

Jadi, resultan gaya yang dihasilkan adalah sebesar 10 N ke arah kiri.

Itu dia penjelasan mengenai rumus resultan gaya. Tidak sesulit yang dibayangkan, bukan? Semoga penjelasan di atas mudah dipahami dan bermanfaat buat kamu ya. Nah, kalau kamu mau belajar lebih jauh tentang gaya, yuk belajar bareng Zenius di sini!

Baca Juga Artikel Fisika Lainnya

Belajar Rumus Perpindahan

Rumus Kelajuan dan Kecepatan, Apa Bedanya?

Dinamika Partikel dan Hukum Newton

Sering nemu soal matematika yang sulit kamu jawab? Santai aja boy, nih kenalin ZenBot, temen 24 jam yang siap bantu kamu cari solusi dari masalah matematika! Untuk menjawab soal-soal tentang vektor, kamu juga bisa manfaatkan fitur dari ZenBot, lho! Tanyain soal yang kamu gak bisa jawab lewat chat WhatsApp ZenBot sekarang atau download aplikasi Zenius.

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA