Apa saja energi baru dan terbarukan yang dapat dikembangkan di Indonesia saat ini

Dilihat 25,691 pengunjung

Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Tidak hanya kaya akan budaya dan tradisi, negara tercinta kita juga sangat kaya akan hasil alamnya. Banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan oleh bangsa ini untuk keperluan di masa sekarang dan masa mendatang.

Salah satu kekayaan alam yang terkubur di Indonesia adalah sumber energi. Terdapat banyak sumber energi yang terpendam di Indonesia seperti batu bara, minyak bumi, gas alam, dan juga biomassa.

Energi-energi tersebut saat ini digunakan sebagai sumber energi utama oleh masyarakat. Contohnya adalah seperti minyak bumi yang diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Ketika Sobat SMP berangkat ke sekolah menggunakan transportasi umum, bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan umum tersebut berasal dari minyak bumi.

Selain itu, listrik yang dinikmati untuk menyalakan lampu, menonton televisi, dan mengisi daya ponsel Sobat SMP berasal dari PLN (perusahaan listrik negara). PLN pun masih mengandalkan batu bara untuk pembangkit tenaga listrik. 

Energi-energi yang telah dijelaskan tadi termasuk ke dalam energi tak terbarukan. Arti dari tak terbarukan adalah apabila energi tersebut habis maka butuh waktu jutaan tahun untuk tergantikan dengan energi yang baru.

Lantas, bagaimana jika energi tak terbarukan sudah habis? 

Tak perlu khawatir, masih banyak sumber energi lain kok Sobat SMP. Bila ada energi tak terbarukan, ada pula yang namanya energi terbarukan. Memangnya apa itu yang disebut energi terbarukan?

Energi terbarukan merupakan sumber energi yang berasal dari sumber daya alam dan tidak akan habis karena terbentuk dari proses alam yang berkelanjutan. Contoh dari energi terbarukan adalah seperti sinar matahari, ombak, angin, dan air. Berikut penjelasannya:

  • Energi surya (sinar matahari)

Energi surya atau energi matahari adalah energi yang didapat dengan mengubah energi panas matahari melalui peralatan tertentu menjadi energi dalam bentuk lain. Matahari merupakan sumber utama energi. Energi matahari dapat digunakan secara langsung maupun diubah ke bentuk energi lain.

  • Energi tidal (pasang-surut ombak)

Melihat Indonesia adalah negara kepulauan yang banyak dikelilingi oleh lautan, energi tidal dapat dimanfaatkan. Energi tidal merupakan energi yang memanfaatkan pasang surutnya air laut. Energi ini juga sering disebut juga sebagai energi pasang surut.

Apakah Sobat SMP pernah melihat kincir angin? Ternyata kincir angin tersebut bukan hanya sebuah hiasan belaka lho! Kincir angin digunakan untuk mengubah energi angin menjadi energi listrik atau bentuk energi lainnya. Umumnya, digunakan dalam ladang angin dalam skala besar untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.

Mirip seperti energi angin, pemanfaatan energi air juga menggunakan kincir. Namun, pada kali ini yang digunakan adalah kincir air. Biasanya energi air dimanfaatkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Energi listrik yang dibangkitkan ini disebut hidroelektrik.

Nah, sekarang Sobat SMP sudah tahu kan seperti apa energi alternatif di masa depan nantinya? Meskipun ada energi alternatif yang terbarukan, kita juga harus tetap melakukan penghematan energi mulai dari sekarang.

Caranya adalah dengan menggunakan air dan listrik secukupnya. Matikan lampu ketika sudah menjelang pagi hari, nyalakan kembali ketika petang. Selain itu, gunakanlah transportasi umum untuk mengurangi pemakaian bahan bakar minyak yang dapat menyebabkan pemanasan global.

Untuk mengetahui materi mengenai energi, Sobat SMP dapat mempelajari lebih lanjut lewat modul pembelajaran jarak jauh terbitan Direktorat SMP tahun 2020. Modul-modul tersebut bisa  diunduh di situs resmi Direktorat SMP.

Referensi: 

Modul PJJ IPA kelas VII terbitan Direktorat SMP tahun 2020

//sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Usaha%20Pemanasan%20Global-BPSMG/materi1.html diakses pada 16 Maret 2021

Baca Juga  Tips Berpartisipasi dalam Ajang Rayakan Merdekamu Jenjang SMP

Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP

KETERBATASAN sumber daya energi berbasis fosil dan dampak polusi, mendorong setiap negara di belahan dunia kini mengembangkan energi alternatif dan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan sumbernya terbarukan. Tak terkecuali Indonesia.

Sejak jauh-jauh hari Presiden Joko Widodo telah menetapkan pengembangan energi baru terbarukan pada dua sumber energi, yakni listrik dan Biodiesel berbasis kelapa sawit. Demikian disampaikan Ego Syahrial, Sekretaris Jenderal Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) di hadapan lebih dari 2.000 mahasiswa baru Universitas Mercu Buana dalam Kuliah Umum bertajuk "Sektor ESDM Dalam Era Industri 4.0, Peluang, Tantangan dan Antisipasinya", Kamis (29/8).

Baca juga: Kapolri Serahkan Piagam Penghargaan untuk Media Indonesia

"Ke depan energi baru terbarukan sudah saatnya dikembangkan, di sektor energi listrik, energi baru terbarukan menggunakan atau berbasis sumber energi matahari, angin, panas bumi, gelombang laut," ujar Ego dalam pemaparan materinya.

Menurut Ego, tantangan ke depan negara adalah bagaimana mendistribusikan sumber energi listrik secara merata di seluruh Indonesia. Sehingga ketergantungan masyarakat pada sumber energi fosil mulai dikurangi.

"Target pemerintah adalah bagaimana elektrifikasi (pemenuhan aliran listrik,red) secara merata di seluruh Indonesia dan harga yang terjangkau masyarakat, secara nasional capaian pemerataan listrik mencapai 98,81%," katanya.

Diakui Ego bahwa di Indonesia Timur masih banyak yang belum mendapatkan akses listrik. "Target pemerintah energi listrik sudah harus dapat dinikmati hingga pelosok negeri. Daerah terpencil sekalipun harus kita urus, karena kita semua Indonesia," sambungnya.

Menanggapi soal tantangan dan peluang penggunaan energi baru terbarukan di era revolusi digital 4.0 ini, Ego mengatakan, soal sumber energi listrik selain menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Air yang sudah dilakukan Indonesia, saat ini sedang terus digencarkan membangun sumber energi listrik dari tenaga matahari dan angin.

"Pak Presiden juga mendorong pengembangan Biodiesel berbasiskan bahan baku kelapa sawit, ke depan penggunaan biodiesel ini akan terus ditingkatkan," katanya.

ESDM juga mendorong penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS). "Kita disadarkan peristiwa beberapa minggu lalu saat aliran listrik padam, nyaris semua aktivitas lumpuh, ini menggambarkan bahwa energi listrik bagi bangsa Indonesia sangat penting dan vital," paparnya.

Energi terbarukan yang saat ini digunakan Indonesia masih sangat jauh dari target yang diharapkan, yakni baru 10%. "Baru 2% termanfaatkan yaitu PLTB tenaga angin ada 3 PLTB di Sulawesi,"paparnya.

Sekjen ESDM dalam Kuliah Umum ini berpesan kepada mahasiswa untuk cepat bisa beradaptasi menghadapi perubahan oleh revolusi digital 4.0.

"Kita harus bisa mengikuti arus perkembangan, karena jaman sangat cepat berubah, setiap kita akan dituntut harus bisa lebih cepat bekerja mengikuti dunia yang terus berubah," tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Prof Dr Ngadino Surip M.Si menilai tantangan untuk mengubah penggunaan dari energi fosil ke energi baru terbarukan seperti listrik dan energi biodiesel yang dikampanyekan Jokowi sebagai langkah yang sangat tepat dan strategis.

Hal ini juga seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini yang sudah memasuki era digital 4.0 Menurut Ngadino Surip, kampus UMB telah mengawali penggunaan teknologi digital untuk memudahkan akses informasi dan perkuliahan mahasiswa.

Baca juga: Kemenpora dan Diaspora Sumbar Gelar Pelatihan Kriya 2019

"Semua proses perkuliahan di kampus UMB telah menerapkan teknologi informasi dan sistem online, hal ini tentunya akan menghemat dari sisi mobilitas konvensional penggunaan alat transportasi ke kampus karena semua proses administrasi perkuliahan sudah dilakukan dengan sistem online," katanya.

Tahun ini ada sedikitnya 4.200 mahasiswa baru yang mendaftarkan diri untuk belajar di kampus Unversitas Mercu Buana. (RO/OL-6)

Penggunaan energi di dunia akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Guna memenuhi kebutuhan, tak cukup hanya dengan mengandalkan energi fosil. Diperlukan juga sistematis untuk mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat konsumsi energi terbesar di dunia. Meskipun demikian, potensi besar tersebar luas di negeri ini.

Potensi tersebut berupa panas bumi, bahan bakar nabati, coal bed methane (CBM), tenaga air, matahari, hingga angin. Hal ini dikemukakan Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan pada webinar yang diselenggarakan Pusat Studi Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Program Studi Teknik Lingkungan UII, pada Sabtu (18/7).

Untuk mengatasi ancaman defisit energi di masa depan, pengembangan energi baru dan terbarukan (renewable energy) di Indonesia menjadi sebuah keniscayaan. Apalagi, potensi yang dimiliki Indonesia sangat berlimpah. Tri Mumpuni mengatakan setiap orang harus menjaga kelestarian alam melalui aplikasi teknologi mikrohidro sebagai alternatif energi terbarukan.

Di Indonesia pada tahun 2018 total penduduk 110 juta dari 245 juta penduduk yang tersebar dari 33 ribu desa belum mendapatkan penerangan. Solusi yang dapat dilakukan menurut Tri Mumpuni adalah dengan membuat energi bersih dan distribusi dilakukan secara merata. Sebab jika distribusi tidak merata, maka dapat menyebabkan naiknya kemiskinan. Terdapat tiga tingkatan energi daya terbarukan, yakni rendah di bawah 500 KW, medium antara 500 KW sampai 1,5 MW dan tinggi di atas 1,5 MW.

Tri Mumpuni mengungkapkan, di Indonesia memiliki banyak potensi daya kecil, terutama di desa-desa. Meskipun kecil, namun dapat memberikan penerangan kepada lima rumah. Cara mewujudkannya berbeda-beda antar tingkatan. Tingkatan daya rendah dapat dilakukan dengan sistem hibah, tingkat medium dengan pemberdayaan masyarakat di desa yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA), dan tingkatan tinggi yang minimal 1,5 MW dapat diwujudkan melalui investor. Perlu menjadi catatan bahwa para investor harusnya tidak hanya mementingkan profit semata, melainkan juga kelangsungan hidup penduduk lokal sebagai pemilik SDA di daerahnya.

Luasnya lautan di Indonesia jangan sampai diambil alih oleh pihak luar negeri atau investor. Karenanya, perlu ditingkatkan skill masyarakat untuk mengolahnya menjadi energi. Di masa sekarang, haruslah mengedepankan kerjasama antar pihak, sebab sudah saatnya menggunakan paradigama keadilan.

Menurut Tri Mumpuni, kemampuan perlu dimiliki sebelum membangun konstruksi dibangun. Dengan adanya skill yang dimiliki masyarakat, maka dapat mempermudah mereka dalam mengelolanya. “Pihak pemerintah dapat mengelola uang negara untuk mengelola sumber daya yang pro dengan masyarakat lokal agar membangun demokratisasi di negeri kita,” tambahnya.

Banyak orang menganggap bahwa sampah menjadi suatu permasalahan. Paradigma tersebut haruslah dirubah sebab sampah sesungguhnya memiliki potensi besar menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa teknologi dalam mengelolanya. Tidak hanya sampah, seperti kelapa sawit, enceng gondok, dan sisa kotoran hewan dapat juga dikelola menjadi energi.

Limbah-limbah tersebut sebagaimana dijelaskan Dr. Ing. M. Abdul Kholiq, M.Sc., dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dapat berbentuk cair maupun padat yang pengelolaannya dengan beberapa metode yang berbeda. Limbah padatan dapat dilakukan dengan model pretreatment, seperti sand removal, vibrating screen for fiber rennoval, thermo pressure hydrolysis, chemical treatment. Sedangkan limbah cair seperti limbah tahu dapat diolah secara aerobic.

Di rumah, kantor, hingga sekolah sudah seharusnya mulai dilakukan kebiasaan memilah sampah menjadi beberapa macam seperti sampah organik, sampah plastik, sampah kertas. Hal ini yang nantinya mempermudah untuk diolah menjadi energi.

Dr. Eng. Mochamad Syamsiro, ST., Wakil Rektor I Universitas Janabadra, mengatakan truk-truk angkut juga sebaiknya menggunakan truk modern yang dapat memisahkan antar jenis sampah. Bahkan di Jepang sudah dibuat jadwal untuk mengangkut setiap jenis sampah, seperti hari Senin waktunya membuang sampah organik, Rabu membuang sampah plastik. Dengan adanya jadwal ini, pengolahan sampah juga menjadi terjadwal.

“Cara konversi sampah menjadi energi ada beberapa hal teknologi, antara lain Biological conversation, chemical conversation, thermo chemical conversion, dan physical conversion. Sampah jika dikelola dapat menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa),” ungkap Mochamad Syamsiro.

Teknologi pirolisis menjadi salah satu langkah praktis yang dapat dilakukan untuk mengolah sampah, baik plastik atau ban yang jika didiamkan saja maka tanah butuh waktu ratusan tahun dalam mengurainya. Seperti di Yogyakarta sebagai kota pelajar banyak Warmindo, yang menyediakan makanan dengan harga mahasiswa ini, telah menyumbangkan sampah plastik setiap harinya.

Yebi Yuriandala S.T., M.T., Dosen Program Studi Teknik Lingkungan UII, mengungkapkan bahwa satu Warmindo tiap harinya dapat menghasilkan 300-1000 bungkus plastic sachet. Jika ditotal sehari, maka Yogyakarta dari Warmindo sendiri dapat menghasilkan sampah plastik 255-850 Kg per hari.

Di UII sendiri, terutama oleh Program Studi Teknik Lingkungan telah dilakukan riset dan praktik untuk mengelola sampah-sampah yang ada, salah satunya sampah plastik. “Yang harus ditekankan adalah selain menyiapkan teknologi, kita harus juga menyiapkan masyarakatnya dengan melakukan pemberdayaan,” pesan Yebi Yuriandala. (SF/RS)

Video yang berhubungan

Postingan terbaru

LIHAT SEMUA